Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: “Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku,” dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku.- Mazmur 32:5
Virus komputer bak momok bagi para pengguna komputer. Gara-gara ulah program pengganggu ini, kita bisa kehilangan seluruh data yang tersimpan dalam komputer. Bayangin aja kalo pas dikejar deadline pekerjaan kantor ato skripsi, lalu mendadak seluruh data penting kita lenyap. Huuu… rasanya pengen nangis sambil teriak saking kesalnya. Kebanyakan virus yang berbahaya memang merusak secara diam-diam. Kalo program antivirus kita belum bisa mendeteksi jenis virus tertentu, kemungkinan kita nggak akan sadar kalo komputer kita sedang dirusak perlahan-lahan oleh virus itu. Lama-kelamaan setelah kinerja komputer jadi makin lambat, beberapa program tidak bisa berjalan normal atau ada file-file kita yang mulai corrupt, barulah kita mulai ‘ngeh’ dengan kehadiran virus itu. Ibarat musuh dalam selimut, kita tidak menyadari serangannya hingga tiba-tiba kita dilumpuhkannya.
Demikian juga dengan dosa yang tersembunyi dalam hati. Mungkin awalnya kita cuma sebel doank sama seseorang karena suatu kejadian sepele. Tapi kalo kita menyimpan rasa sebel itu terus menerus, lama kelamaan akan berubah jadi kebencian bahkan rasa dendam. Kebencian akan menggerogoti kesehatan fisik dan rohani kita perlahan-lahan. Akibat kebencian, hati kita jadi tidak sejahtera. Tiap kali ketemu dengan orang itu, kita langsung jadi bete. Hubungan kita dengan Tuhan juga jadi menjauh. Doa kita terasa mentok. Tidak cuma itu aja, kebencian juga membuat tubuh kita jauh lebih cepat lelah dan lebih mudah sakit.
Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; (Yohanes 10:10a)
Seperti itulah sifatnya dosa. Dosa itu memperbudak, memperhamba. Dosa itu mencuri/ merampok dari hidup kita, merusak, membunuh dan menghancurkan. Tidak pernah dosa memberikan kebaikan bagi manusia.
Di awal semua perbuatan yang lahir dari tabiat dosa ini tampak menyenangkan, memuaskan bagi daging kita. Jika tidak menyenangkan dan memuaskan tentu kita tidak tergoda. Tapi di awal, dosa datang dengan sensualitasnya yang sangat-sangat menggoda. Akan tetap, saudara-saudaraku yang terkasih, tanpa kita sadari selanjutnya dosa ini mulai merusak dan memperhamba, membawa kita kepada yang lebih besar lagi karena sejatinya daging kita tidak pernah dipuaskan. Pikiran kita akan dibawa berpetualang kepada “kenikmatan” yang lebih jauh lagi.
Seringkali kita tersadar bahwa kita telah kecurian bukan ketika pencuri sedang asik-asiknya mengambili barang-barang di rumah. Karena pada waktu pencuri masuk, dia menunggu saat-saat kita tidak aware. Dia mengendap di dalam kegelapan. Dan ketika pagi, ketika terang, kita baru sadar dan berteriak: “ Sesuatu telah dicuri..! “ Seringkali kita baru menyadari JAHATnya dosa setelah wajah aslinya kelihatan. Yang dulu tampak sensual dan menggoda, sekarang menjadi seperti monster yang menggerogoti hidup kita tanpa belas kasihan. Kita akhirnya tahu itu jahat dan ketika kita mencoba lepas, kita tidak mampu lagi karena tali-tali dosa telah mengikat dan memperbudak. Seringkali kita baru menyesalinya setelah kita benar-benar dalam kebangkrutan. Kebanyakan perokok-perokok baru menyesali kebiasaan buruknya setelah mereka tua dan paru-paru merek sudah mengalami komplikasi kronis dan ancaman kematian yang menyedihkan di depan mata.
Hal yang sama juga bagi dosa-dosa yang tersembunyi. Yang kita tutup-tutupi, yang kita tidak mau akui karena rasa malu, gengsi, atau bahkan karena untuk dosa yang satu ini kita tidak mau lepaskan. Benar juga perkataan seseorang kepada saya dulu waktu masih di kampus, “Mengapa kita masih melakukan dosa? Ya, semuanya itu karena kita memang masih menyukainya!” Ini bisa terjadi bahkan ketika kita sudah ada di pelayanan.
Mar 7: 21-23 sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat(1 , percabulan(2), pencurian(3), pembunuhan(4), perzinahan(5), keserakahan(6), kejahatan(7), kelicikan(8), hawa nafsu(9), iri hati(10), hujat(11), kesombongan(12), kebebalan(13). Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.
Inilah yang saya rasakan di hati saya, bahwa hampir semua dosa-dosa yang kita tutup-tutupi itu ada dalam lingkup perbuatan dosa yang dirangkum oleh Markus 7: 21-23 ini. Selalu berkisar di antara ke-13 itu. Honestly, ada waktu di masa-masa pelayanan saya, saya masih suka berbohong dan terbawa hawa nafsu.
Meski kehadirannya tidak kasat mata, ga ada orang yang tahu, tapi kerusakan yang ditimbulkannya sangat banyak dan mematikan. Saya pernah dengar dari penatua bahwa bahkan ada seorang WL di sebuah gereja besar di Indonesia yang ternyata adalah seorang pembunuh bayaran. Satu kali dia habis membunuh orang tertentu, dan minggunya dia memimpin pujian dan penyembahan. Pemimpin gereja dan jemaat tidak ada yang tahu itu. Kebaktian tetap saja berjalan minggu demi minggu.
Kita bisa bersembunyi di balik topeng “kasih karunia” sambil terus menjalankan kebiasaan kita yang salah ini, tapi mari kita lihat apa kata Firman Tuhan:
Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab. (Ibrani 4:13)
Tidak satupun yang ” tersembunyi di hadapan Allah “, Dia melihat setiap kegagalan, isi pikiran, dan motivasi kita ( 1 Sam 16:7 ; Luk 12:2-3 )
Saya hari-hari ini merenungkan lagi apa yang dulu dosa perbuat dalam hidup saya, betapa jahatnya dia atas hidup saya. Dia telah mencuri masa depan saya, saya terikat hal-hal yang memalukan, menghancurkan keluarga saya, menghancurkan studi saya, impian saya. DOSA itu sangat-sangat JAHAT!! Tapi puji nama Tuhan, sebelum dia sempat membunuh dan membinasakan saya, tangan kasih Tuhan lebih dulu menyelamatkan saya dan memulihkan segalanya. Apa yang dulu direka-reka oleh dosa untuk membunuh dan membinasakan saya sekarang telah menjadi batu pijakan saya untuk menyaksikan kasih Tuhan kepada banyak orang yang tenggelam di mana dulu saya tenggelam.
Percayalah! Jangan tunggu waktu semuanya sudah terlambat, ketika dosa akhirnya menunjukkan jati dirinya yang sebenarnya dan telah banyak yang dicuri dari dirimu. Ketika telah banyak kerugian yang engkau derita. Ketika engkau mengerti ini segeralah menyadarinya. Jadi jangan biarkan dosa yg tidak di akui, yg dikenal dengan dosa “tersembunyi”, menjadi jerat bagi kita sendiri dan menghalangi hubungan kita dengan Allah.
Seperti apa hendaknya respon kita terhadap kebiasaan-kebiasaan buruk ini?
1. Akui semuanya di hadapan Tuhan
Kepada orang percaya diberikan janji yg sangat indah: ” Jika kita mengaku dosa kita, Maka Allah adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kehajatan ” ( 1 Yoh 1:9 ).
Di dalam kelemahan-kelemahan kita jawabannya adalah bukan dengan lari/menjauh dari Tuhan, melainkan berlarilah kepada Tuhan, lemparkan dirimu ke dalam kasih karunia-Nya yang besar. Di dalam kematian dan kebangkitan Yesus Kristus, di dalam darah-Nya yang telah dicurahkan di kalvari ada pengampunan dosa. Dosa yang dulu, sekarang dan yang akan datang. Kita sekarang tidak datang kepada gunung Sinai yang penuh api yang menyala-nyala, tetapi ke bukit Sion, kota kasih karunia Allah, kepada Yesus yang darah-Nya telah tercurah untuk pengampunan dosa (Ibrani 12: 18-24). Dia selalu siap untuk memulihkan kita semerah apapun dosa kita, Dia jadikan putih. Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.(Yesaya 1:18)
2. Akui semuanya di hadapan pembimbing rohani
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.(Yakobus 5 :16)
Ada kuasa dalam pengakuan sebab keterbukaan adalah awal dari pemulihan. Amen!
Percayalah ketika kita mengakui dosa-dosa kita dihadapan pembimbing rohani, kita bukan sedang dipermalukan, tetapi iblis sedang dipermalukan, kita sedang masuk ke dalam kemenangan, kelepasan yang sempura.
Teman-teman yang telah menjadi pembimbing rohani, ketika pengakuan keluar dari mulut adik-adik yang kita bimbing, encourage lah dia, bersukacitalah bersama dia, lalu bersepakatlah dalam doa yang penuh iman bahwa beleggu-belenggu dosa telah dipatahkan hingga berkeping-keping. Kasih Kristus dinyatakan sempurna atas adik rohani kita. Every one deserves for an unconditional forgiveness, love, compassion, healing, and restoration
3. Singkirkan semuanya source-source yang engkau tahu itu adalah sumber kejatuhan
Apapun yang menghalangi engkau untuk bertumbuh, singkirkanlah itu dari hidupmu. VCD2 porno, rokok, buku-buku filsafat, komik-komik, situs-situs pornografi, lagu-lagu sekuler (roman picisan, lagu-lagu cinta murahan, satanic) dll
Singkirkanlah itu semua. Gantilah dengan lagu-lagu yang penuh kebenaran, buku-buku yang membangun iman. Tinggalkan hidup yang lama, dan kejarlah hidup yang baru di dalam kebenaran dan iman.
Pertanyaan etika “ Apakah sesuatu itu (lagu-lagu sekuler, film-film box office, bioskop, buku-buku pengetahuan, dll) diperbolehkan?” sirna bila dikaitkan dengan pertanyaan “apa yang menjadi hal yang utama, hal yang esensial?”
Bayangan tentang membangun sebuah kehidupan di seputar moralitas minimal atau signifikansi minimal – suatu kehidupan yang didefinisikan oleh pertanyaan “Apa yang diperbolehkan?” atau pernyataan “Segala sesuatu diperbolehkan” hampir terasa menjijikkan bagi saya. Saya tidak menginginkan kehidupan yang minimal. Saya tidak ingin hidup di perbatasan realitas. Saya ingin hidup yang dibangun terus menerus dalam iman kepada iman. Dari satu kemuliaan kepada kemuliaan. Saya ingin memahami hal utama tentang kehidupan dan mengejarnya. (John Piper – “Don’t waste your life” book)
4. Tinggal dalam doa dan pembacaan Firman Tuhan hari demi hari
- Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. (Mazmur 119:105)
Di Lukas 6: 47-49 dikatakan bahwa Firman Tuhan adalah pondasi bagi kehidupan setiap orang percaya, sehingga sekeras apapun badai kita tidak roboh dan terbawa arus kembali ke hidup yang lama.
Di Roma 10:17 dikatakan iman timbul dari pendengaran kepada Firman Kristus.
- Dalam doa kita menggali lebih dalam – semakin intim dengan Bapa – semakin mengenal Bapa. Dalam doa kita dipuaskan dan disegarkan. Dalam doa kita mengalami kemerdekaan dan pengudusan kembali. Dalam doa kita menjadi pribadi yang balance, tidak mengandalkan kebaikan diri tapi mengandalkan Yesus juga tidak dalam pengertian kasih karunia kebablasan dimana kita melarikan diri dari segala yang baik, tidak mengandalkan perbuatan tapi juga tidak asal beriman tapi tanpa berbuat apa-apa.
5. Tinggal dalam komunitas yang benar
Biasanya dosa-dosa yang tersembunyi itu adalah dosa-dosa yang kita lakukan di saat-saat kita sendiri, tidak ada orang yang melihat. Ada kalanya kita harus lari seperti Yusuf lari dari potifar yang menunjukkan sensualitasnya. Lebih baik di saat seperti itu segera tinggalkan kesendirianmu dan pergi ke teman-teman seiman atau ke kosan kakak pembimbing. Saya dulu sering lakukan seperti itu
Yang kedua, Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.(1 Korintus 15:33)..
Kalau pergaulan yang buruk bisa merusakkan kebiasaan yang baik, maka pergaulaan yang baik juga akan memperbaiki kebiasaan-kebiasaan yang buruk.
Ikutlah dalam pertemuan-pertemuan ibadah, pertemuan-pertemuan doa. Bergaullah dengan orang-orang yang mencintai kebenaran, orang-orang yang terus bertumbuh supaya nilai-nilai yang hidup dalam mereka juga hidup dan bertumbuh dalam hidupmu.
Saya berdoa kita semua menyadari hal ini dan kasih karunia Tuhan bekerja atas kita semua sehingga tidak ada lagi ruang-ruang gelap di hati dan hidup kita. Semuanya diterangi oleh cahaya Injil yang penuh kuasa menghancurkan SEGALA perbuatan-perbuatan dosa. Amin..
…”My grace is sufficient for you….” – 2 Corinthians 12:9