Impossible Tasks

Tetapi Ia[Yesus] menjawab, ‘Kamu harus memberi mereka makan!‘” Mark 6:37a

Apakah ada yang pernah meminta Anda untuk melakukan sesuatu yang tampaknya benar-benar konyol? Ada orang yang mengusulkan suatu ide untuk Anda lakukan, namun ide itu justru mungkin membuat Anda tertawa atau bahkan ada kemarahan karena sangat konyolnya.

Saya membayangkan bahwa para murid mungkin merasa seperti itu ketika Yesus menjawab dengan komentar yang “konyol” ini ketika murid-murid bertanya bagaimana mereka akan memberi makan 5000, yang telah seharian duduk untuk mendengar Yesus berbicara. Murid-murid menyarankan jawaban yang logis untuk masalah ini, “Suruhlah mereka pergi, supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa dan di kampung-kampung di sekitar ini.” (Mrk 6:36).

Namun, itu bukan jawaban yang Yesus inginkan. Dia melihat kebutuhan kebutuhan orang banyak. Ia belas kasihan kepada mereka. Dia ingin menyelesaikan masalah dengan respon Kerajaan Sorga, bukan logika. Ia bertanya kepada mereka apa yang mereka miliki di tangan mereka.

Mar 6:38  Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Berapa banyak roti yang ada padamu? Cobalah periksa!

Sering sekali apa yang sudah kita miliki di tangan kita adalah apa yang Yesus ingin kita gunakan untuk memecahkan masalah kita. Hanya, kita harus menambahkan iman untuk apa yang sudah kita miliki di tangan kita. Kemudian kita akan melihat Injil Kerajaan dimanifestasikan untuk menyelesaikan masalah, menjawab kebutuhan dengan cara supranatural. Yesus ingin memenuhi kebutuhan dan di saat yang sama, Allah Bapa menerima kemuliaan. Mengirim orang-orang pergi tidak menjawab kebutuhan, juga tidak membawa kemuliaan bagi Bapa.

Jangan puas dengan Injil keselamatan saja. Yesus datang supaya kita mengalami Injil Kerajaan dalam arti sepenuhnya. Tugas kita adalah dengan tidak bertumpu pada penalaran logis kita dan mengenali bagaimana Tuhan mungkin ingin memecahkan masalah itu secara supranatural.

Iman selalu akan menjawab kebutuhan dan pada saat yang sama, memuliakan nama Tuhan :)

Unconfessed and hidden sin

Dosaku kuberitahukan kepada-Mu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata: “Aku akan mengaku kepada TUHAN pelanggaran-pelanggaranku,” dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku.- Mazmur 32:5

Virus komputer bak momok bagi para pengguna komputer. Gara-gara ulah program pengganggu ini, kita bisa kehilangan seluruh data yang tersimpan dalam komputer. Bayangin aja kalo pas dikejar deadline pekerjaan kantor ato skripsi, lalu mendadak seluruh data penting kita lenyap. Huuu… rasanya pengen nangis sambil teriak saking kesalnya. Kebanyakan virus yang berbahaya memang merusak secara diam-diam. Kalo program antivirus kita belum bisa mendeteksi jenis virus tertentu, kemungkinan kita nggak akan sadar kalo komputer kita sedang dirusak perlahan-lahan oleh virus itu. Lama-kelamaan setelah kinerja komputer jadi makin lambat, beberapa program tidak bisa berjalan normal atau ada file-file kita yang mulai corrupt, barulah kita mulai ‘ngeh’ dengan kehadiran virus itu. Ibarat musuh dalam selimut, kita tidak menyadari serangannya hingga tiba-tiba kita dilumpuhkannya.

Demikian juga dengan dosa yang tersembunyi dalam hati. Mungkin awalnya kita cuma sebel doank sama seseorang karena suatu kejadian sepele. Tapi kalo kita menyimpan rasa sebel itu terus menerus, lama kelamaan akan berubah jadi kebencian bahkan rasa dendam. Kebencian akan menggerogoti kesehatan fisik dan rohani kita perlahan-lahan. Akibat kebencian, hati kita jadi tidak sejahtera. Tiap kali ketemu dengan orang itu, kita langsung jadi bete. Hubungan kita dengan Tuhan juga jadi menjauh. Doa kita terasa mentok. Tidak cuma itu aja, kebencian juga membuat tubuh kita jauh lebih cepat lelah dan lebih mudah sakit.

Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; (Yohanes 10:10a)

Seperti itulah sifatnya dosa. Dosa itu memperbudak, memperhamba. Dosa itu mencuri/ merampok dari hidup kita, merusak, membunuh dan menghancurkan. Tidak pernah dosa memberikan kebaikan bagi manusia.

Di awal semua perbuatan yang lahir dari tabiat dosa ini tampak menyenangkan, memuaskan bagi daging kita. Jika tidak menyenangkan dan memuaskan tentu kita tidak tergoda. Tapi di awal, dosa datang dengan sensualitasnya yang sangat-sangat menggoda. Akan tetap, saudara-saudaraku yang terkasih, tanpa kita sadari selanjutnya dosa ini mulai merusak dan memperhamba, membawa kita kepada yang lebih besar lagi karena sejatinya daging kita tidak pernah dipuaskan. Pikiran kita akan dibawa berpetualang kepada “kenikmatan” yang lebih jauh lagi.

Seringkali kita tersadar bahwa kita telah kecurian bukan ketika pencuri sedang asik-asiknya mengambili barang-barang di rumah. Karena pada waktu pencuri masuk, dia menunggu saat-saat kita tidak aware. Dia mengendap di dalam kegelapan. Dan ketika pagi, ketika terang, kita baru sadar dan berteriak: “ Sesuatu telah dicuri..! “ Seringkali kita baru menyadari JAHATnya dosa setelah wajah aslinya kelihatan. Yang dulu tampak sensual dan menggoda, sekarang menjadi seperti monster yang menggerogoti hidup kita tanpa belas kasihan. Kita akhirnya tahu itu jahat dan ketika kita mencoba lepas, kita tidak mampu lagi karena tali-tali dosa telah mengikat dan memperbudak. Seringkali kita baru menyesalinya setelah kita benar-benar dalam kebangkrutan. Kebanyakan perokok-perokok baru menyesali kebiasaan buruknya setelah mereka tua dan paru-paru merek sudah mengalami komplikasi kronis dan ancaman kematian yang menyedihkan di depan mata.

Hal yang sama juga bagi dosa-dosa yang tersembunyi. Yang kita tutup-tutupi, yang kita tidak mau akui karena rasa malu, gengsi, atau bahkan karena untuk dosa yang satu ini kita tidak mau lepaskan. Benar juga perkataan seseorang kepada saya dulu waktu masih di kampus, “Mengapa kita masih melakukan dosa? Ya, semuanya itu karena kita memang masih menyukainya!” Ini bisa terjadi bahkan ketika kita sudah ada di pelayanan.

Mar 7: 21-23 sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat(1 , percabulan(2), pencurian(3), pembunuhan(4), perzinahan(5), keserakahan(6), kejahatan(7), kelicikan(8), hawa nafsu(9), iri hati(10), hujat(11), kesombongan(12), kebebalan(13).  Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.

Inilah yang saya  rasakan di hati saya, bahwa hampir semua dosa-dosa yang kita tutup-tutupi itu ada dalam lingkup perbuatan dosa yang dirangkum oleh Markus 7: 21-23 ini.  Selalu berkisar di antara ke-13 itu. Honestly, ada waktu di masa-masa pelayanan saya, saya masih suka berbohong dan terbawa hawa nafsu.

Meski kehadirannya tidak kasat mata, ga ada orang yang tahu, tapi kerusakan yang ditimbulkannya sangat banyak dan mematikan. Saya pernah dengar dari penatua bahwa bahkan ada seorang WL di sebuah gereja besar di Indonesia yang ternyata adalah seorang pembunuh bayaran. Satu kali dia habis membunuh orang tertentu, dan minggunya dia memimpin pujian dan penyembahan. Pemimpin gereja dan jemaat tidak ada yang tahu itu. Kebaktian tetap saja berjalan minggu demi minggu.

Kita bisa bersembunyi di balik topeng “kasih karunia” sambil terus menjalankan kebiasaan kita yang salah ini, tapi mari kita lihat apa kata Firman Tuhan:

Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab. (Ibrani 4:13)

Tidak satupun yang ” tersembunyi di hadapan Allah “, Dia melihat setiap kegagalan, isi pikiran, dan motivasi kita ( 1 Sam 16:7 ; Luk 12:2-3 )

Saya hari-hari ini merenungkan lagi apa yang dulu dosa perbuat dalam hidup saya, betapa jahatnya dia atas hidup saya. Dia telah mencuri masa depan saya, saya terikat hal-hal yang memalukan, menghancurkan keluarga saya, menghancurkan studi saya, impian saya. DOSA itu sangat-sangat JAHAT!!  Tapi puji nama Tuhan, sebelum dia sempat membunuh dan membinasakan saya, tangan kasih Tuhan lebih dulu menyelamatkan saya dan memulihkan segalanya. Apa yang dulu direka-reka oleh dosa untuk membunuh dan membinasakan saya sekarang telah menjadi batu pijakan saya untuk menyaksikan kasih Tuhan kepada banyak orang yang tenggelam di mana dulu saya tenggelam.

Percayalah! Jangan tunggu waktu semuanya sudah terlambat, ketika dosa akhirnya menunjukkan jati dirinya yang sebenarnya dan telah banyak yang dicuri dari dirimu. Ketika telah banyak kerugian yang engkau derita. Ketika engkau mengerti ini segeralah menyadarinya. Jadi jangan biarkan dosa yg tidak di akui, yg dikenal dengan dosa “tersembunyi”, menjadi jerat bagi kita sendiri dan menghalangi hubungan kita dengan Allah.

Seperti apa hendaknya respon kita terhadap kebiasaan-kebiasaan buruk ini? 

1.  Akui semuanya di hadapan Tuhan

Kepada orang percaya diberikan janji yg sangat indah: ” Jika kita mengaku dosa kita, Maka Allah adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kehajatan ” ( 1 Yoh 1:9 ).

Di dalam kelemahan-kelemahan kita jawabannya adalah bukan dengan lari/menjauh dari Tuhan, melainkan berlarilah kepada Tuhan, lemparkan dirimu ke dalam kasih karunia-Nya yang besar. Di dalam kematian dan kebangkitan Yesus Kristus, di dalam darah-Nya yang telah dicurahkan di kalvari ada pengampunan dosa. Dosa yang dulu, sekarang dan yang akan datang. Kita sekarang tidak datang kepada gunung Sinai yang penuh api yang menyala-nyala, tetapi ke bukit Sion, kota kasih karunia Allah, kepada Yesus yang darah-Nya telah tercurah untuk pengampunan dosa (Ibrani 12: 18-24). Dia selalu siap untuk memulihkan kita semerah apapun dosa kita, Dia jadikan putih. Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.(Yesaya 1:18)

2.  Akui semuanya di hadapan pembimbing rohani

Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.(Yakobus 5 :16)

Ada kuasa dalam pengakuan sebab keterbukaan adalah awal dari pemulihan. Amen!

Percayalah ketika kita mengakui dosa-dosa kita dihadapan pembimbing rohani, kita bukan sedang dipermalukan, tetapi iblis sedang dipermalukan, kita sedang masuk ke dalam kemenangan, kelepasan yang sempura.

Teman-teman yang telah menjadi pembimbing rohani, ketika pengakuan keluar dari mulut adik-adik yang kita bimbing, encourage lah dia, bersukacitalah bersama dia, lalu bersepakatlah dalam doa yang penuh iman bahwa beleggu-belenggu dosa telah dipatahkan hingga berkeping-keping. Kasih Kristus dinyatakan sempurna atas adik rohani kita. Every one deserves for an unconditional forgiveness, love, compassion, healing, and restoration :)

  

3. Singkirkan semuanya source-source yang engkau tahu itu adalah sumber kejatuhan

Apapun yang menghalangi engkau untuk bertumbuh, singkirkanlah itu dari hidupmu. VCD2 porno, rokok, buku-buku filsafat, komik-komik, situs-situs pornografi, lagu-lagu sekuler (roman picisan, lagu-lagu cinta murahan, satanic) dll

Singkirkanlah itu semua. Gantilah dengan lagu-lagu yang penuh kebenaran, buku-buku yang membangun iman. Tinggalkan hidup yang lama, dan kejarlah hidup yang baru di dalam kebenaran dan iman.

Pertanyaan etikaApakah sesuatu itu (lagu-lagu sekuler, film-film box office, bioskop, buku-buku pengetahuan, dll) diperbolehkan?sirna bila dikaitkan dengan pertanyaanapa yang menjadi hal yang utama, hal yang esensial?

Bayangan tentang membangun sebuah kehidupan di seputar moralitas minimal atau signifikansi minimal – suatu kehidupan yang didefinisikan oleh pertanyaanApa yang diperbolehkan?atau pernyataanSegala sesuatu diperbolehkanhampir terasa menjijikkan bagi saya. Saya tidak menginginkan kehidupan yang minimal. Saya tidak ingin hidup di perbatasan realitas. Saya ingin hidup yang dibangun terus menerus dalam iman kepada iman. Dari satu kemuliaan kepada kemuliaan. Saya ingin memahami hal utama tentang kehidupan dan mengejarnya. (John Piper – “Don’t waste your life” book)

4. Tinggal dalam doa dan pembacaan Firman Tuhan hari demi hari

  • Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku. (Mazmur 119:105)

Di Lukas 6: 47-49 dikatakan bahwa Firman Tuhan adalah pondasi bagi kehidupan setiap orang percaya, sehingga sekeras apapun badai kita tidak roboh dan terbawa arus kembali ke hidup yang lama.

Di Roma 10:17 dikatakan iman timbul dari pendengaran kepada Firman Kristus.

  • Dalam doa kita menggali lebih dalam – semakin intim dengan Bapa – semakin mengenal Bapa. Dalam doa kita dipuaskan dan disegarkan. Dalam doa kita mengalami kemerdekaan dan pengudusan kembali. Dalam doa kita menjadi pribadi yang balance, tidak mengandalkan kebaikan diri tapi mengandalkan Yesus juga tidak dalam pengertian kasih karunia kebablasan dimana kita melarikan diri dari segala yang baik, tidak mengandalkan perbuatan tapi juga tidak asal beriman tapi tanpa berbuat apa-apa.

5. Tinggal dalam komunitas yang benar

Biasanya dosa-dosa yang tersembunyi itu adalah dosa-dosa yang kita lakukan di saat-saat kita sendiri, tidak ada orang yang melihat.  Ada kalanya kita harus lari seperti Yusuf lari dari potifar yang menunjukkan sensualitasnya. Lebih baik di saat seperti itu segera tinggalkan kesendirianmu dan pergi ke teman-teman seiman atau ke kosan kakak pembimbing. Saya dulu sering lakukan seperti itu :)

Yang kedua, Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.(1 Korintus 15:33)..

Kalau pergaulan yang buruk bisa merusakkan kebiasaan yang baik, maka pergaulaan yang baik juga akan memperbaiki kebiasaan-kebiasaan yang buruk.

Ikutlah dalam pertemuan-pertemuan ibadah, pertemuan-pertemuan doa. Bergaullah dengan orang-orang yang mencintai kebenaran, orang-orang yang terus bertumbuh supaya nilai-nilai yang hidup dalam mereka juga hidup dan bertumbuh dalam hidupmu.

Saya berdoa kita semua menyadari hal ini dan kasih karunia Tuhan bekerja atas kita semua sehingga tidak ada lagi ruang-ruang gelap di hati dan hidup kita. Semuanya diterangi oleh cahaya Injil yang penuh kuasa menghancurkan SEGALA perbuatan-perbuatan dosa. Amin..

…”My grace is sufficient for you….” – 2 Corinthians 12:9

It is well with my soul

Lagu ini ditulis oleh seorang pengacara (lawyer) Chicago, Horatio G. Spafford. Mungkin jika kita akan mencoba untuk menulis sebuah lagu rohani berjudul: it is well, with my soul ,  Kita mungkinsambil  membayangkannya dengan memang harus menjadi seorang pengacara yang kaya dan sukses di Chicago.  Tapi kata-kata, When sorrows like sea billows roll … It is well with my soul (Ketika penderitaan seperti gulungan ombak laut … Semua baik dalam jiwa saya), tidak ditulis selama masa-masa  terindah dan bahagia dalam hidup Spafford . Sebaliknya,  lirik yang bergema sepanjang segala abad itu muncul dari hidup seorang pria yang mengalami tragedi yang hampir tak terbayangkan.

Horatio G. Spafford dan istrinya, Anna, cukup terkenal di tahun 1860-an di Chicago. Dan ini bukan hanya karena karir hukum Horatio dan usaha bisnisnya. Keluarga Spaffords juga pendukung / pensupport pelayanan sekaligus  teman dekat  dari D.L. Moody, pendeta terkenal itu. Pada tahun 1870, entah bagaimana, segala sesuatu mulai berjalan dengan tidak baik. Putra Spafford satu-satunya meninggal akibat demam berdarah pada usia empat tahun.  Setahun kemudian, api justru yang menjadi penyebab dukacita lebih buruk dari demam  berdarah.  Horatio telah banyak berinvestasi real estate di tepi Danau Michigan. Namun pada tahun 1871, SEMUA dari aset dan investasinya ini habis lenyap dilalap kebakaran yang terkenal dengan sebutan the great Chicago Fire.

Khawatir akan dampak bencana ini pada keluarganya, Horatio memutuskan untuk membawa istri dan empat putrinya berlibur ke Inggris. Dan,ternyata tidak hanya keluarga Spafford yang membutuhkan apa yang tersisa dari bencana itu. DL Moody juga membutuhkan bantuan Spafford. Moody sedang berkeliling Inggris Raya dalam salah satu kampanye penginjilan besar-besaran. Lalu Horatio dan Anna berencana bergabung dengan pelayanan Moody di akhir 1873.  Sebelumnya, keluarga Spaffords sempat melakukan perjalanan ke New York pada bulan November. Lalu dari New York rencananya mereka menumpang kapal Perancis  ’Ville de Havre’  melintasi Atlantik menuju Eropa dan bergabung dengan pelayanan DL Moody.  Namun, tepat sebelum mereka berlayar, ada kabar bahwa usaha Spafford mengalami kemajuan, sehingga dia terpaksa menunda berlayar. Karena tidak ingin merusak liburan keluarga, Spafford membujuk keluarganya untuk berlayar ke Eropa  seperti yang direncanakan. Dia akan menyusul kemudian. Dengan keputusan tersebut, Anna dan keempat putrinya akhirnya berlayar ke Eropa sementara Spafford kembali ke Chicago. Hanya sembilan hari kemudian, Spafford menerima telegram dari istrinya di Wales. Bunyinya: “Saved alone” (Selamat sendirian).

Pada tanggal 2 November 1873, kapal “Ville de Havre”  bertabrakan dengan “The Lochearn”, sebuah kapal Inggris. Ville de Havre akhirnya tenggelam hanya dalam 12 menit dan  menewaskan 226 orang. Anna Spafford berdiri dengan berani di geladak, dengan anak-anak perempuannya Annie, Maggie, Bessie dan Tanetta menempel mati-matian padanya. Memori terakhirnya adalah bayinya yang terlepas dan terhempas keras dari tangannya oleh kekuatan air. Anna selamat dari nasib mengerikan yang menimpa anak-anak perempuannya oleh sebuah papan yang mengapung dan tubuh pingsan Anna bersandar di atasnya. Ketika semua korban selamat telah berhasil diselamatkan, reaksi Nyonya Spafford adalah putus asa yang sangat hebat. Lalu ia mendengar suara berbicara kepadanya, “Engkau terhindar untuk suatu tujuan. Dan dia segera teringat perkataan seorang temannya, ” It’s easy to be grateful and good when you have so much, but take care that you are not a fair-weather friend to God.

Setelah mendengar kabar yang sangat buruk itu, Horatio Spafford naik kapal berikutnya dari New York untuk menemui istrinya. Bertha Spafford (putri kelima dari Horatio dan Anna yang lahir kemudian ) menjelaskan bahwa selama ayahnya dalam pelayaran, kapten kapal memanggilnya di suatu tempat di tengah laut. “Sebuah perhitungan yang cermat telah dilakukan“, kata Kapten tersebut, “dan saya percaya kita sekarang tepat pada posisi di mana de Havre hancur dan tenggelam. Dalamnya laut sekitar tiga mil.” Horatio kemudian kembali ke kabinnya dan menulis lirik dari sebuah hymne yang tersohor itu.

Kata-kata yang Spafford tulis hari itu berasal dari 2 Raja-raja 4:26. Lagu ini menggemakan respon dari perempuan Sunem itu terhadap kematian mendadak anaknya satu-satunya. Meskipun dalam perikop Firman itu dikatakan “hatinya pedih” (ayat 27), perempuan itu tetap menyatakan bahwa “Semua baik” Dan demikianlah lagu Spafford mengungkapkan seorang pria yang tetap percaya kepada Tuhan sama seperti perempuan sunem yang tak tergoyahkan itu.

Akan sangat sulit bagi kita untuk memprediksi bagaimana kita akan bereaksi dalam kondisi yang sama dengan yang dialami oleh Spaffords. Tapi kita tahu bahwa Allah yang menopang mereka juga akan berjalan bersama kita.

Tidak peduli keadaan apapun yang menyalip kita, kita bisa  mengatakan bersama dengan Horatio Spafford …

When peace like a river, attendeth my way,

When sorrows like sea billows roll;

Whatever my lot, Thou hast taught me to say,

It is well, it is well with my soul.

 

Though Satan should buffet, though trials should come,

Let this blest assurance control,

That Christ hath regarded my helpless estate,

And hath shed His own blood for my soul!

 

It is well … with my soul!

It is well, it is well, with my soul.

Born: October 20, 1828, North Troy, New York.

Died: October 16, 1888, Jerusalem, Israel, of malaria.

Doa Jack

Bapa di surga …

Ya?

Jangan menyela. Aku sedang berdoa.

Tapi kamu memanggil-Ku.

Memanggil-Mu? Aku tidak memanggil-Mu. Aku sedang berdoa.

Bapa di surga….

Nah, ya’kan, kamu melakukannya lagi.

Melakukan apa?

Memanggil-Ku. Kamu bilang, “Bapa di surga.” Aku di sini. Apa yang ada
dalam benakmu?

Lho, aku tidak bermaksud apa-apa, kok. Aku ini’kan cuma sekedar
mengucapkan doa malamku. Aku selalu berdoa sebelum tidur. Itu merupakan
kewajibanku.

Oh, baiklah. Teruskan.

Aku mengucap syukur atas segala berkat-Mu…..

Sebentar. Berapa besar rasa syukurmu?

Apa?

Berapa besar rasa syukurmu atas segala berkat-Ku?

Aku…yah…aku tidak tahu. Aku tidak peduli. Bukankah itu memang bagian dari
doa? Begitulah mereka mengajarku berdoa.

Oh, baiklah. Teruskan…

Teruskan?

Ya, teruskan doamu.

Oh, ya. Berkatilah mereka yang sakit, yang miskin dan yang menderita …

Apakah kamu bersungguh-sungguh?

Ya, tentu saja.

Apa yang telah kamu lakukan untuk itu?

Lakukan? Siapa, aku? Tidak ada, kurasa. Aku hanya berpikir bahwa semua
akan menjadi baik jika Engkau yang berkuasa atas segala sesuatu di sini
seperti Engkau berkuasa di atas sana, jadi manusia tidak perlu lagi
menderita.

Apakah Aku berkuasa atasmu?

Hmmm, aku pergi ke gereja, aku memberi kolekte, aku tidak…

Bukan itu yang Aku minta. Bagaimana dengan tingkah lakumu? Teman-temanmu
dan juga keluargamu menderita karena ulahmu. Juga caramu memboroskan
uang…semuanya hanya untuk kepentingan dirimu sendiri saja. Dan bagaimana
dengan buku-buku yang kamu baca?

Berhentilah mencelaku. Aku ini sama baiknya dengan orang-orang lain yang
pergi ke gereja setiap hari Minggu.

Ah, maaf. Aku pikir engkau meminta-Ku untuk memberkati mereka yang
berkekurangan. Agar hal itu terjadi, Aku perlu bantuan dari mereka yang
memintanya……seperti kamu misalnya.

Tolong, Bapa. Aku perlu menyelesaikan doaku. Ini sudah jauh lebih lama
dari biasanya.

Berkatilah para misionarismu agar mereka dapat menolong orang-orang yang
menderita.

Maksudmu orang-orang seperti Dion?

Dion?

Ya, anak yang tinggal di ujung jalan itu.

Dion … tapi dia itu suka merokok dan mabuk-mabukan, dan tidak pernah pergi
ke gereja.

Pernahkah kamu melihat ke dalam hatinya?

Tentu saja tidak. Bagaimana mungkin…

Aku melihatnya. Hatinya adalah salah satu dari hati yang paling pedih dan
menderita.

Baiklah, kiranya Engkau mengutus misionaris-Mu ke sana, ya Tuhan.

Bukankah kamu yang harus menjadi misionaris-Ku, utusan-Ku? Aku rasa Aku
telah menyatakannya dengan amat jelas dalam setiap Misa.

Hei, sebentar. Apa-apaan ini. Apakah ini hari “Pengkritikan- ku”? Aku ini
sedang melakukan kewajibanku, melaksanakan perintah-Mu untuk berdoa. Dan
tiba-tiba saja Engkau menyerobot masuk dan mulai membeberkan semua
kesalahanku.

Ah, kamu memanggil-Ku. Jadi, Aku di sini. Teruskan doamu. Aku tertarik
dengan bagian selanjutnya. Kamu belum mengubah susunan doamu’kan? Ayo…

Aku tidak mau.

Kenapa tidak mau?

Aku tahu apa yang akan Engkau katakan.

Ayo, coba dan lihatlah.

Ampunilah segala dosaku … dan bantulah aku untuk mengampuni sesamaku.

Bagaimana dengan Billy?

Nah, betul’kan. Sudah kuduga. Aku tahu Engkau akan mengungkit-ungkit
masalah itu. Dengar Tuhan , ia berbohong tentang aku sehingga aku
dikucilkan. Semua temanku menyangka bahwa aku ini seorang pembohong besar,
padahal aku tidak melakukan apa-apa. Lihat saja, akan kubalas dia!

Tetapi, doamu? Bagaimana dengan doamu?

Aku tidak bersungguh-sungguh.

Baiklah, setidak-tidaknya kamu berkata jujur. Aku pikir kamu memang senang
membawa dendammu itu kemana-mana, ya’kan?

Tidak, aku tidak suka. Tetapi aku akan segera merasa puas begitu dendamku
itu terbalaskan.

Kamu mau tahu suatu rahasia?

Rahasia apa?

Kamu tidak akan merasa puas, malahan akan semakin parah. Dengarkan Aku,
kamu mengampuni Billy dan Aku akan mengampunimu.

Tapi Tuhan, aku tidak dapat mengampuni Billy.

Kalau begitu, Aku juga tidak dapat mengampunimu.

Sungguh, apa pun yang terjadi?

Sungguh, apa pun yang terjadi.

Ah, kamu belum selesai dengan doamu. Teruskanlah.

Oh, ya …bantulah aku untuk menguasai diriku dan jauhkanlah aku dari
pencobaan.

Bagus, bagus. Aku akan melakukannya. Tetapi kamu sendiri, jauhilah
tempat-tempat di mana kamu dapat dengan mudah dicobai.

Apa maksud-Mu, Tuhan?

Berhentilah berkeliaran di rak-rak majalah dan menghabiskan waktumu di
sana . Sebagian dari yang ditawarkan di sana , cepat atau lambat akan
mempengaruhimu. Tiba-tiba saja kamu akan sudah terjerumus dalam hal-hal
yang mengerikan … dan jika itu terjadi, jangan memperalat-Ku sebagai pintu
keluar darurat.

Pintu keluar darurat? Aku tidak mengerti.

Tentu kamu mengerti. Kamu telah melakukannya berulang kali… kamu
terjerumus dalam situasi gawat, kemudian kamu datang kepada-Ku. “Tuhan,
bantulah aku untuk keluar dari masalah ini dan aku berjanji tidak akan
melakukannya lagi.” Sungguh mengherankan, kekhusukan dan kesungguhan doamu
meningkat drastis apabila kamu ditimpa masalah. Ingatkah kamu sebagian
dari tawar-menawar yang kamu coba lakukan dengan-Ku?

Hmmm, aku tidak….Oh ya,….ketika guruku memergokiku menonton film
tentang….Astaga!

Ingatkah kamu bagaimana kamu berdoa? “Ya Tuhan. Jangan biarkan dia
melaporkannya pada ibuku. Aku berjanji mulai sekarang tidak akan lagi
menonton film tujuh belas tahun ke atas.” Dia tidak melaporkannya kepada
ibumu, tetapi kamu tidak menepati janjimu, ya’kan?

Tuhan, aku melanggar janjiku. Aku sungguh menyesal.

Baik, lanjutkan doamu.

Sebentar, Bapa. Aku ingin bertanya sesuatu kepada-Mu. Apakah Engkau selalu
mendengarkan doa-doaku?

Ya, setiap kata; setiap saat.

Kalau begitu, mengapa Engkau tidak pernah menjawabku sebelumnya?

Berapa banyakkah kesempatan yang kamu berikan pada-Ku? Tidak ada cukup
waktu antara kata “Amin”-mu dan kepalamu menumbuk bantal. Bagaimana Aku
dapat menjawabmu?

Engkau dapat, jika saja Engkau sungguh menghendakinya.

Tidak. Aku dapat hanya jika “kamu” sungguh menghendakinya.

Anak-Ku, Aku selalu rindu untuk berbicara denganmu.

Bapa, maafkan aku. Maukah Engkau mengampuniku?

Sudah kuampuni. Dan terima kasih, sudah mengijinkan Aku menginterupsimu.
Kadang-kadang Aku begitu rindu untuk dapat berbicara denganmu.

Selamat malam. Aku mengasihimu.

Selamat malam, Bapa. Aku mengasihi-Mu juga.

– Unknown

Becoming Esther (Terjemahan)

A wife of noble character who can find?…”                                                                                                                                             

Manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.” 1 Samuel 16:7

“… Dia jauh lebih bernilai dari pada permata. Suaminya memiliki kepercayaan penuh pada dirinya, suaminya tidak akan kekurangan keuntungan. Dia mengusahakan hal yang baik dan bukan yang jahat sepanjang umur hidupnya. Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji.”

Amsal 31

Dan ketika tiba giliran tiap-tiap gadis untuk masuk menghadap Raja Ahashweros, setelah selesai perawatannya selama dua belas bulan sesuai peraturan bagi para wanita. Sebab harus dipenuhi seluruh waktu perawatannya: Enam bulan untuk pemakaian minyak mur, dan enam bulan untuk pemakaian minyak parfum serta kosmetik bagi para wanita. Dengan cara inilah seorang gadis masuk menghadap raja..

Ester 2:12-13

Saya selalu terkagum pada semua persiapan yang harus dilalui Ester (sebelum menjadi ratu) sebelum dia bisa datang menghadap Raja Ahashweros. Apakah ada dari kita yang ingin melalui dua belas bulan perawatan kecantikan sebelum pertemuan dengan pria impian kita? Mungkin tidak, tetapi sekali lagi, coba bayangkan kemungkinan itu. Selama 12 bulan (satu tahun) mesti disisihkan/dikarantina untuk satu tujuan tunggalmenjadi semua yang terbaik yang Anda dapat untuk satu orang yang paling Anda cintai. Sangat berharga waktu-waktu untuk menumbuhkan kecantikan yang sejati, untuk berinvestasi dalam pendidikan dan etika, untuk memperkuat kebajikan, dan membangun karakter.

Persiapan Ester mengingatkan saya akan masa-masa  indah mulai dari tumbuhnya hasrat dalam hati seorang wanita muda untuk berbagi hidup dengan pasangannya dan saat dia berjalan menuju altar pernikahan. Bagi banyak orang, masa persiapan ini dipandang tidak lebih dari sekedar waktu menunggu. Wanita single merasa diri mereka sedang berdiri di panggung pajangan sementara kehidupan terus berlalu, atau juga merasa seperti sedang duduk di bangku cadangan sementara yang lain bertanding. Mereka tidak menyadari bahwa mereka membuang-buang waktu yang paling penting dalam hidup mereka. Mereka merampok dari hidup mereka sendiri sebuah sukacita dan penghargaan besar, mereka merampok dari suami masa depan mereka seorang wanita yang bernilai-nilai mulia, dan yang terakhir mereka merampok dari Allah seorang hamba yang dalam dia, seharusnya Allah  hendak mengerjakan hal-hal besar.

Seperti Ester harus dipersiapkan sebelum dia bisa menjadi ratu dalam keseluruhan realita, maka seorang wanita harus siap sebelum ia dapat memulai salah satu panggilan yang paling penting dan sulit dalam hidup – perkawinan dan keibuan. Esther harus mempelajari cara hidup kerajaan di mana dia akan menjadi ratu, dia harus belajar tata cara kehidupan istana, tantangan intelektual, emosional dan spiritual dari posisi tinggi. Sederhananya, Ester harus berubah dari seorang wanita muda menjadi ratu (dalam keseluruhan realita, karakter, sifat dll) sebelum dia bisa memakai gelar itu dan memenuhi perannya. Dengan jalan yang sama, wanita Kristen single harus mempelajari cara Kerajaan Sorga, menghidupi Kerajaan Sorga sebelum dia bersatu dengan salah satu yang Allah persiapkan baginya. Dia harus siap secara intelektual, emosional dan spiritual, bukan oleh petugas pengadilan di beberapa kuil pagan, tetapi oleh Allah sendiri, Firman-Nya, dan oleh wanita saleh lainnya yang telah disiapkan juga sebelum dirinya (pembimbing).

Kelajangan tidak membuang-buang waktu atau duduk di sela-sela, tapi mesti disadari sebagai waktu di mana Allah telah menyisihkan/memisahkan (set aside) seorang wanita, untuk membangunnya menjadi seperti yang Allah rindukan, dan juga untuk membentuk dalam pembentukan yang mungkin tidak akan terjadi setelah pernikahan. Kelajangan adalah waktu di mana seorang wanita menumbuhkan kebajikan yang berhubungan dengan menjadi seorang wanita Allah, sehingga ia dapat menawarkan untuk calon suaminya dan dunia sesuatu yang lebih dari sekedar wajah cantik.

Ingat dengan tulus bahwa Anda bukan satu-satunya yang single, tapi suami masa depanmu juga sedang single dan dia juga sedang melewati tahap yang sama seperti Anda. Apakah tidak mengerikan jika akhirnya pada saat bertemu dengan pria yang menjadi suami Anda, Anda mengetahui bahwa ia telah menghabiskan/mempersembahkan masa-masa lajangnya untuk melayani Allah dan mempersiapkan diri untuk menjadi suami yang terbaik untuk Anda. Sementara Anda sendiri tidak menggunakan masa-masa single Anda untuk melayani Tuhan, juga Anda tidak mengambil keuntungan dari pembentukan yang ditawarkan Tuhan bagi Anda? Apakah tidak juga menjadi hal yang mengerikan ketika menyadari bahwa suami Anda menghabiskan hari-harinya sebagai seorang pria single yang berdoa setiap hari untuk kebutuhan Anda dan pekerjaan Allah dalam hidup Anda, sementara Anda tidak berdoa untuk dia, atau tidak menanggapi kasih karunia Allah yang diberikan kepada Anda sebagai hasil dari doa-doanya?

Adalah hal yang indah ketika Allah memberkati wanita dengan teman hidup / suami. Seseorang yang spesial yang hanya cocok untuk wanita itu dan juga bahwa seseorang yang spesial ini dengan hati-hati dipikirkan dan dirancang oleh Allah untuk bersatu dengan sang wanita. Adalah suatu sukacita bagi seorang wanita ketika melihat ke belakang dan mengingat bagaimana Allah memampukannya untuk menanti dan bahwa Ia setia untuk memberkati. Adalah merupakan sukacita yang lebih besar baginya juga untuk melihat bahwa waktu-waktunya sebagai seorang wanita single, dia gunakan untuk mencari Allah dan setia kepada-Nya dan tujuan-Nya. Bahwa dia tidak mau melarikan diri dari pembentukan itu, tapi yang diinginkan hanya untuk percaya pada Allah dan menunggu kedaulatan anugerah-Nya.

Bukanlah sebuah tragedi menjadi seorang wanita Kristen single, tetapi dunia sekali lagi telah menyusup dengan ide palsu bahwa adalah sebuah tragedi menjadi jomblo. Salah satu kebohongan terbesar adalah jika Anda tidak memiliki seorang pacar atau tidak aktif mencari, ada sesuatu yang salah dengan Anda. Kebohongan lain adalah bahwa wanita single harus kencan dengan sebanyak mungkin laki-laki dan nanti dilihat mana yang cocok. Seolah-olah mencari suami adalah sama seperti berbelanja di mal. Masih ada kebohongan lain yang lebih kuat yaitu jika Anda sudah tidak cocok dengan pacar anda, tinggalkan dia dan cari yang lain. Begitulah terus sampai dapat yang paling cocok. Dengan begitu dia mungkin lebih berpengalaman dan tahu apa yang harus dilakukan ketika akhirnya menemukan pria pilihannya. Hari-hari ini pengalaman orang2 dunia mengajarkan demikian.

Saudara-saudara yang terkasih, adalah sebuah kebohongan dan penghinaan kepada Tuhan untuk mengatakan pengalaman itu adalah guru terbaik, padahal sebenarnya Allahlah guru yang terbaik. Dan meskipun moto dunia adalah hidupi dan belajar, saran Alkitab adalah belajar dan hidupi. Anda tidak perlu berpengalaman, Anda hanya perlu mengetahui apa yang Allah telah katakan dalam Firman-Nya dan mentaatinya. Anda tidak harus mencari orang pilihan Anda, tetapi harus menunggu orang pilihan Tuhan. Dan ketika Anda bertemu dengan pria pilihan Allah itu, bukan pengalaman masa lalu yang akan membuat pertemanan hidup / pernikahan berjalan dengan baik, tapi kesucian masa lalu, kemurnian, dan kesalehan. Kita harus menyembunyikan wajah kita dari cara dan pengalaman dunia yang fasik dan memandang hanya kepada hal-hal yang telah direncanakan Allah  di jalan yang telah Dia siapkan untuk kita.

Tuhan tahu persis apa yang Anda butuhkan dan Dia bahkan tahu keinginan hati Anda lebih baik daripada Anda sendiri. Allah menyukai kejutan / surprise. Dia tidak ingin Anda mencari suami Anda, Dia ingin membawakannya untuk Anda, dan bahkan mungkin pada saat Anda belum mengharapkannya. Dia ingin memberikan Anda surprise saat Dia membawakan pasangan yg terbaik bagimu. Hanya karena Dia mengasihi Anda, putri kesayangan-Nya. Seperti seorang ayah mempersiapkan kado yang manis kepada putri kecilnya yg berulang tahun. :) Jika Anda tidak mendengarkan nasihat ini, sama seperti banyak wanita lain sebelum Anda, dan mencari sendiri pasangan Anda, Anda mungkin menemukan seseorang, tetapi sangat mungkin bahwa seseorang yang Anda temukan bukan orang yang tepat. Anda terlalu berharga untuk kecewa dan terluka. :)

Sebagai wanita, memang naturnya adalah hasrat untuk didampingi dan juga didampingi seorang pria. Ini adalah dari Allah dan ini baik seharusnya. Tetapi pada saat yang sama, kita salah berpikir bahwa lebih baik mati jika kebutuhan ini tidak dipenuhi. Membutuhkan orang lain sebagai pendamping tidak seperti pentingnya menarik nafas. Artinya, Anda dapat bertahan hidup tanpa ada yang mendampingi, setidaknya sampai Tuhan selesai mempersiapkanmu dengan sempurna. Ingatlah Firman Tuhan yang berkata: ” Allah adalah setia, Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui apa yang dapat Anda tanggung. ” (I Korintus 10:13)

Saya telah menemukan bahwa ada dua alasan utama mengapa seseorang sangat membutuhkan orang lain (baca : pacar ). Pertama-tama, itu karena mereka tidak mengenal Allah sebagaimana seharusnya. Bukankah Allah adalah Allah segala penghiburan? Bukankah Kristus Tuhan adalah  yang memenuhi semua dan di dalam segala sesuatu? Lalu mengapa kita mengeluh tentang betapa kosong dan sendiriannya kita? Mungkinkah bahwa Allah memperpanjang waktu single kita  agar kita bisa menemukan kehidupan kita di dalam Dia dan belajar menjadi lengkap di dalam Dia? Jika kita berpacaran / menikah karena kita merasa bahwa pacar / suami akan mengisi hidup kita atau membuat hidup kita lengkap, Anda akan sangat kecewa dalam pernikahan Anda kelak. Tidak ada seorangpun (tidak peduli bagaimana baiknya orang itu) yang bisa menggantikan tempat Allah dalam hidup kita. Jika Anda berpikir berbeda, itu adalah penyembahan berhala murni. Jika kita tidak diisi oleh Allah sekarang dan lengkap di dalam Kristus di masa sekarang, maka bahkan perkawinan yang dibuat di surga pun tidak akan dapat mengubah kekosongan kita.

Alasan kedua mengapa seseorang sangat membutuhkan orang lain (baca : pacar ) adalah keegoisan polos. Ketika kita membutuhkan seseorang supaya kita merasa dicintai, atau ketika kita membutuhkan seseorang sehingga perasaan kesepian mungkin menghilang, maka kita menginginkan pertemanan hidup / pernikahan untuk semua alasan yang salah. Pertemanan hidup / Pernikahan tidak harus dipandang sebagai kesempatan untuk memenuhi kebutuhan kita, tetapi sebagai kesempatan untuk memenuhi kebutuhan pasangan kita. Jika kita tidak belajar untuk mempercayakan kebutuhan kita sendiri kepada Allah, maka kita mungkin akan membanjiri suami kita dengan kebutuhan kita sendiri dan kita tidak menyadari kebutuhan dia. Saya telah mengenal wanita Kristen yang menghabiskan hari-hari mereka digerogoti oleh kebutuhan mereka sendiri (naik turun dalam perasaan, kesepian, melankolis, dll ) dan terus-menerus meratapi mengapa Allah tidak membawa seseorang yang care ke dalam kehidupan mereka. Pertanyaannya akan menjadi seperti ini: “tapi mengapa Tuhan akan mempercayakan seorang pria yang saleh kepada seorang wanita yang diserap dalam dirinya dan kebutuhannya sendiri, dan tidak menggunakan kebebasan dalam masa single untuk melayani Allah dan mempersiapkan diri untuk tujuan-Nya? Wanita seperti ini tidak akan mendapatkan seorang teman hidup / suami yang saleh! Justru dia akan dibawa oleh keinginannya itu kepada pria (atau banyak pria ) yang salah, terus merasa tidak terpuasakan dan akhrinya terluka.

Sahabatku, menjadi single, sama seperti menikah harus dianggap sebagai waktu yang sangat spesial dan menyenangkan dalam pemeliharaan Allah. Ini tidak harus dianggap sebagai keadaan celaka atau kutukan di mana semua orang berusaha mati-matian untuk melarikan diri. Menjadi single adalah waktu untuk belajar tentang Allah dan diri kita sendiri, waktu untuk menemukan siapa kita di dalam Kristus, dan bertumbuh dalam Kristus. Ini adalah waktu untuk menjadi bersemangat dalam melakukan pekerjaan baik dan terlibat dalam pelayanan kepada orang lain. Masa-masa single memiliki keajaibannya tersendiri yang harus dinikmati dalam waktu-waktu itu karena sekali berlalu tidak mungkin kembali lagi. Tidak ada yang begitu menyedihkan selain kesedihan seorang wanita menikah yang sekarang menyesali apa yang telah dan harusnya bisa dia dilakukan dengan hidupnya di masa single. Semuanya hilang demi bergegas untuk pertemanan hidup / menikah tanpa pertimbangan akan rencana atau pekerjaan Allah.

Setiap musim dalam kehidupan memiliki keindahan dan keajaiban sendiri. Doa saya untuk semua teman-teman dan adik-adik yang single adalah supaya mereka menikmati waktu single mereka walaupun banyak kebohongan – kebohongan dunia ini mencoba mengalihkan hatimu. Supaya Anda merindukan dan tidak mau dipuaskan dengan apa pun yang kurang dari rencana Allah yang sempurna. Supaya Anda menanti dengan sabar di dalam Tuhan yang adalah pemberi setiap pemberian yang baik dan sempurna. Supaya Anda seperti Ester, memanfaatkan setiap waktu yang Tuhan anugerahkan untuk menjadikan mereka indah dan cantik di dalam dan di luar. :)