“A wife of noble character who can find?…” 
“Manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.” 1 Samuel 16:7
“… Dia jauh lebih bernilai dari pada permata. Suaminya memiliki kepercayaan penuh pada dirinya, suaminya tidak akan kekurangan keuntungan. Dia mengusahakan hal yang baik dan bukan yang jahat sepanjang umur hidupnya. Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji.”
Amsal 31
Dan ketika tiba giliran tiap-tiap gadis untuk masuk menghadap Raja Ahashweros, setelah selesai perawatannya selama dua belas bulan sesuai peraturan bagi para wanita. Sebab harus dipenuhi seluruh waktu perawatannya: Enam bulan untuk pemakaian minyak mur, dan enam bulan untuk pemakaian minyak parfum serta kosmetik bagi para wanita. Dengan cara inilah seorang gadis masuk menghadap raja..
Ester 2:12-13
Saya selalu terkagum pada semua persiapan yang harus dilalui Ester (sebelum menjadi ratu) sebelum dia bisa datang menghadap Raja Ahashweros. Apakah ada dari kita yang ingin melalui dua belas bulan perawatan kecantikan sebelum pertemuan dengan pria impian kita? Mungkin tidak, tetapi sekali lagi, coba bayangkan kemungkinan itu. Selama 12 bulan (satu tahun) mesti disisihkan/dikarantina untuk satu tujuan tunggal – menjadi semua yang terbaik yang Anda dapat untuk satu orang yang paling Anda cintai. Sangat berharga waktu-waktu untuk menumbuhkan kecantikan yang sejati, untuk berinvestasi dalam pendidikan dan etika, untuk memperkuat kebajikan, dan membangun karakter.
Persiapan Ester mengingatkan saya akan masa-masa indah mulai dari tumbuhnya hasrat dalam hati seorang wanita muda untuk berbagi hidup dengan pasangannya dan saat dia berjalan menuju altar pernikahan. Bagi banyak orang, masa persiapan ini dipandang tidak lebih dari sekedar waktu menunggu. Wanita single merasa diri mereka sedang berdiri di panggung pajangan sementara kehidupan terus berlalu, atau juga merasa seperti sedang duduk di bangku cadangan sementara yang lain bertanding. Mereka tidak menyadari bahwa mereka membuang-buang waktu yang paling penting dalam hidup mereka. Mereka merampok dari hidup mereka sendiri sebuah sukacita dan penghargaan besar, mereka merampok dari suami masa depan mereka seorang wanita yang bernilai-nilai mulia, dan yang terakhir mereka merampok dari Allah seorang hamba yang dalam dia, seharusnya Allah hendak mengerjakan hal-hal besar.
Seperti Ester harus dipersiapkan sebelum dia bisa menjadi ratu dalam keseluruhan realita, maka seorang wanita harus siap sebelum ia dapat memulai salah satu panggilan yang paling penting dan sulit dalam hidup – perkawinan dan keibuan. Esther harus mempelajari cara hidup kerajaan di mana dia akan menjadi ratu, dia harus belajar tata cara kehidupan istana, tantangan intelektual, emosional dan spiritual dari posisi tinggi. Sederhananya, Ester harus berubah dari seorang wanita muda menjadi ratu (dalam keseluruhan realita, karakter, sifat dll) sebelum dia bisa memakai gelar itu dan memenuhi perannya. Dengan jalan yang sama, wanita Kristen single harus mempelajari cara Kerajaan Sorga, menghidupi Kerajaan Sorga sebelum dia bersatu dengan salah satu yang Allah persiapkan baginya. Dia harus siap secara intelektual, emosional dan spiritual, bukan oleh petugas pengadilan di beberapa kuil pagan, tetapi oleh Allah sendiri, Firman-Nya, dan oleh wanita saleh lainnya yang telah disiapkan juga sebelum dirinya (pembimbing).
Kelajangan tidak membuang-buang waktu atau duduk di sela-sela, tapi mesti disadari sebagai waktu di mana Allah telah menyisihkan/memisahkan (set aside) seorang wanita, untuk membangunnya menjadi seperti yang Allah rindukan, dan juga untuk membentuk dalam pembentukan yang mungkin tidak akan terjadi setelah pernikahan. Kelajangan adalah waktu di mana seorang wanita menumbuhkan kebajikan yang berhubungan dengan menjadi seorang wanita Allah, sehingga ia dapat menawarkan untuk calon suaminya dan dunia sesuatu yang lebih dari sekedar wajah cantik.
Ingat dengan tulus bahwa Anda bukan satu-satunya yang single, tapi suami masa depanmu juga sedang single dan dia juga sedang melewati tahap yang sama seperti Anda. Apakah tidak mengerikan jika akhirnya pada saat bertemu dengan pria yang menjadi suami Anda, Anda mengetahui bahwa ia telah menghabiskan/mempersembahkan masa-masa lajangnya untuk melayani Allah dan mempersiapkan diri untuk menjadi suami yang terbaik untuk Anda. Sementara Anda sendiri tidak menggunakan masa-masa single Anda untuk melayani Tuhan, juga Anda tidak mengambil keuntungan dari pembentukan yang ditawarkan Tuhan bagi Anda? Apakah tidak juga menjadi hal yang mengerikan ketika menyadari bahwa suami Anda menghabiskan hari-harinya sebagai seorang pria single yang berdoa setiap hari untuk kebutuhan Anda dan pekerjaan Allah dalam hidup Anda, sementara Anda tidak berdoa untuk dia, atau tidak menanggapi kasih karunia Allah yang diberikan kepada Anda sebagai hasil dari doa-doanya?
Adalah hal yang indah ketika Allah memberkati wanita dengan teman hidup / suami. Seseorang yang spesial yang hanya cocok untuk wanita itu dan juga bahwa seseorang yang spesial ini dengan hati-hati dipikirkan dan dirancang oleh Allah untuk bersatu dengan sang wanita. Adalah suatu sukacita bagi seorang wanita ketika melihat ke belakang dan mengingat bagaimana Allah memampukannya untuk menanti dan bahwa Ia setia untuk memberkati. Adalah merupakan sukacita yang lebih besar baginya juga untuk melihat bahwa waktu-waktunya sebagai seorang wanita single, dia gunakan untuk mencari Allah dan setia kepada-Nya dan tujuan-Nya. Bahwa dia tidak mau melarikan diri dari pembentukan itu, tapi yang diinginkan hanya untuk percaya pada Allah dan menunggu kedaulatan anugerah-Nya.
Bukanlah sebuah tragedi menjadi seorang wanita Kristen single, tetapi dunia sekali lagi telah menyusup dengan ide palsu bahwa adalah sebuah tragedi menjadi jomblo. Salah satu kebohongan terbesar adalah jika Anda tidak memiliki seorang pacar atau tidak aktif mencari, ada sesuatu yang salah dengan Anda. Kebohongan lain adalah bahwa wanita single harus kencan dengan sebanyak mungkin laki-laki dan nanti dilihat mana yang cocok. Seolah-olah mencari suami adalah sama seperti berbelanja di mal. Masih ada kebohongan lain yang lebih kuat yaitu jika Anda sudah tidak cocok dengan pacar anda, tinggalkan dia dan cari yang lain. Begitulah terus sampai dapat yang paling cocok. Dengan begitu dia mungkin lebih berpengalaman dan tahu apa yang harus dilakukan ketika akhirnya menemukan pria pilihannya. Hari-hari ini pengalaman orang2 dunia mengajarkan demikian.
Saudara-saudara yang terkasih, adalah sebuah kebohongan dan penghinaan kepada Tuhan untuk mengatakan pengalaman itu adalah guru terbaik, padahal sebenarnya Allahlah guru yang terbaik. Dan meskipun moto dunia adalah hidupi dan belajar, saran Alkitab adalah belajar dan hidupi. Anda tidak perlu berpengalaman, Anda hanya perlu mengetahui apa yang Allah telah katakan dalam Firman-Nya dan mentaatinya. Anda tidak harus mencari orang pilihan Anda, tetapi harus menunggu orang pilihan Tuhan. Dan ketika Anda bertemu dengan pria pilihan Allah itu, bukan pengalaman masa lalu yang akan membuat pertemanan hidup / pernikahan berjalan dengan baik, tapi kesucian masa lalu, kemurnian, dan kesalehan. Kita harus menyembunyikan wajah kita dari cara dan pengalaman dunia yang fasik dan memandang hanya kepada hal-hal yang telah direncanakan Allah di jalan yang telah Dia siapkan untuk kita.
Tuhan tahu persis apa yang Anda butuhkan dan Dia bahkan tahu keinginan hati Anda lebih baik daripada Anda sendiri. Allah menyukai kejutan / surprise. Dia tidak ingin Anda mencari suami Anda, Dia ingin membawakannya untuk Anda, dan bahkan mungkin pada saat Anda belum mengharapkannya. Dia ingin memberikan Anda surprise saat Dia membawakan pasangan yg terbaik bagimu. Hanya karena Dia mengasihi Anda, putri kesayangan-Nya. Seperti seorang ayah mempersiapkan kado yang manis kepada putri kecilnya yg berulang tahun.
Jika Anda tidak mendengarkan nasihat ini, sama seperti banyak wanita lain sebelum Anda, dan mencari sendiri pasangan Anda, Anda mungkin menemukan seseorang, tetapi sangat mungkin bahwa seseorang yang Anda temukan bukan orang yang tepat. Anda terlalu berharga untuk kecewa dan terluka.
Sebagai wanita, memang naturnya adalah hasrat untuk didampingi dan juga didampingi seorang pria. Ini adalah dari Allah dan ini baik seharusnya. Tetapi pada saat yang sama, kita salah berpikir bahwa lebih baik mati jika kebutuhan ini tidak dipenuhi. Membutuhkan orang lain sebagai pendamping tidak seperti pentingnya menarik nafas. Artinya, Anda dapat bertahan hidup tanpa ada yang mendampingi, setidaknya sampai Tuhan selesai mempersiapkanmu dengan sempurna. Ingatlah Firman Tuhan yang berkata: ” Allah adalah setia, Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui apa yang dapat Anda tanggung. ” (I Korintus 10:13)
Saya telah menemukan bahwa ada dua alasan utama mengapa seseorang sangat membutuhkan orang lain (baca : pacar ). Pertama-tama, itu karena mereka tidak mengenal Allah sebagaimana seharusnya. Bukankah Allah adalah Allah segala penghiburan? Bukankah Kristus Tuhan adalah yang memenuhi semua dan di dalam segala sesuatu? Lalu mengapa kita mengeluh tentang betapa kosong dan sendiriannya kita? Mungkinkah bahwa Allah memperpanjang waktu single kita agar kita bisa menemukan kehidupan kita di dalam Dia dan belajar menjadi lengkap di dalam Dia? Jika kita berpacaran / menikah karena kita merasa bahwa pacar / suami akan mengisi hidup kita atau membuat hidup kita lengkap, Anda akan sangat kecewa dalam pernikahan Anda kelak. Tidak ada seorangpun (tidak peduli bagaimana baiknya orang itu) yang bisa menggantikan tempat Allah dalam hidup kita. Jika Anda berpikir berbeda, itu adalah penyembahan berhala murni. Jika kita tidak diisi oleh Allah sekarang dan lengkap di dalam Kristus di masa sekarang, maka bahkan perkawinan yang dibuat di surga pun tidak akan dapat mengubah kekosongan kita.
Alasan kedua mengapa seseorang sangat membutuhkan orang lain (baca : pacar ) adalah keegoisan polos. Ketika kita membutuhkan seseorang supaya kita merasa dicintai, atau ketika kita membutuhkan seseorang sehingga perasaan kesepian mungkin menghilang, maka kita menginginkan pertemanan hidup / pernikahan untuk semua alasan yang salah. Pertemanan hidup / Pernikahan tidak harus dipandang sebagai kesempatan untuk memenuhi kebutuhan kita, tetapi sebagai kesempatan untuk memenuhi kebutuhan pasangan kita. Jika kita tidak belajar untuk mempercayakan kebutuhan kita sendiri kepada Allah, maka kita mungkin akan membanjiri suami kita dengan kebutuhan kita sendiri dan kita tidak menyadari kebutuhan dia. Saya telah mengenal wanita Kristen yang menghabiskan hari-hari mereka digerogoti oleh kebutuhan mereka sendiri (naik turun dalam perasaan, kesepian, melankolis, dll ) dan terus-menerus meratapi mengapa Allah tidak membawa seseorang yang care ke dalam kehidupan mereka. Pertanyaannya akan menjadi seperti ini: “tapi mengapa Tuhan akan mempercayakan seorang pria yang saleh kepada seorang wanita yang diserap dalam dirinya dan kebutuhannya sendiri, dan tidak menggunakan kebebasan dalam masa single untuk melayani Allah dan mempersiapkan diri untuk tujuan-Nya? Wanita seperti ini tidak akan mendapatkan seorang teman hidup / suami yang saleh! Justru dia akan dibawa oleh keinginannya itu kepada pria (atau banyak pria ) yang salah, terus merasa tidak terpuasakan dan akhrinya terluka.
Sahabatku, menjadi single, sama seperti menikah harus dianggap sebagai waktu yang sangat spesial dan menyenangkan dalam pemeliharaan Allah. Ini tidak harus dianggap sebagai keadaan celaka atau kutukan di mana semua orang berusaha mati-matian untuk melarikan diri. Menjadi single adalah waktu untuk belajar tentang Allah dan diri kita sendiri, waktu untuk menemukan siapa kita di dalam Kristus, dan bertumbuh dalam Kristus. Ini adalah waktu untuk menjadi bersemangat dalam melakukan pekerjaan baik dan terlibat dalam pelayanan kepada orang lain. Masa-masa single memiliki keajaibannya tersendiri yang harus dinikmati dalam waktu-waktu itu karena sekali berlalu tidak mungkin kembali lagi. Tidak ada yang begitu menyedihkan selain kesedihan seorang wanita menikah yang sekarang menyesali apa yang telah dan harusnya bisa dia dilakukan dengan hidupnya di masa single. Semuanya hilang demi bergegas untuk pertemanan hidup / menikah tanpa pertimbangan akan rencana atau pekerjaan Allah.
Setiap musim dalam kehidupan memiliki keindahan dan keajaiban sendiri. Doa saya untuk semua teman-teman dan adik-adik yang single adalah supaya mereka menikmati waktu single mereka walaupun banyak kebohongan – kebohongan dunia ini mencoba mengalihkan hatimu. Supaya Anda merindukan dan tidak mau dipuaskan dengan apa pun yang kurang dari rencana Allah yang sempurna. Supaya Anda menanti dengan sabar di dalam Tuhan yang adalah pemberi setiap pemberian yang baik dan sempurna. Supaya Anda seperti Ester, memanfaatkan setiap waktu yang Tuhan anugerahkan untuk menjadikan mereka indah dan cantik di dalam dan di luar.
Top!! aku suka banget artikel ini
Please share to your friends dek.. let them be blessed with the truth