Doa Jack

Bapa di surga …

Ya?

Jangan menyela. Aku sedang berdoa.

Tapi kamu memanggil-Ku.

Memanggil-Mu? Aku tidak memanggil-Mu. Aku sedang berdoa.

Bapa di surga….

Nah, ya’kan, kamu melakukannya lagi.

Melakukan apa?

Memanggil-Ku. Kamu bilang, “Bapa di surga.” Aku di sini. Apa yang ada
dalam benakmu?

Lho, aku tidak bermaksud apa-apa, kok. Aku ini’kan cuma sekedar
mengucapkan doa malamku. Aku selalu berdoa sebelum tidur. Itu merupakan
kewajibanku.

Oh, baiklah. Teruskan.

Aku mengucap syukur atas segala berkat-Mu…..

Sebentar. Berapa besar rasa syukurmu?

Apa?

Berapa besar rasa syukurmu atas segala berkat-Ku?

Aku…yah…aku tidak tahu. Aku tidak peduli. Bukankah itu memang bagian dari
doa? Begitulah mereka mengajarku berdoa.

Oh, baiklah. Teruskan…

Teruskan?

Ya, teruskan doamu.

Oh, ya. Berkatilah mereka yang sakit, yang miskin dan yang menderita …

Apakah kamu bersungguh-sungguh?

Ya, tentu saja.

Apa yang telah kamu lakukan untuk itu?

Lakukan? Siapa, aku? Tidak ada, kurasa. Aku hanya berpikir bahwa semua
akan menjadi baik jika Engkau yang berkuasa atas segala sesuatu di sini
seperti Engkau berkuasa di atas sana, jadi manusia tidak perlu lagi
menderita.

Apakah Aku berkuasa atasmu?

Hmmm, aku pergi ke gereja, aku memberi kolekte, aku tidak…

Bukan itu yang Aku minta. Bagaimana dengan tingkah lakumu? Teman-temanmu
dan juga keluargamu menderita karena ulahmu. Juga caramu memboroskan
uang…semuanya hanya untuk kepentingan dirimu sendiri saja. Dan bagaimana
dengan buku-buku yang kamu baca?

Berhentilah mencelaku. Aku ini sama baiknya dengan orang-orang lain yang
pergi ke gereja setiap hari Minggu.

Ah, maaf. Aku pikir engkau meminta-Ku untuk memberkati mereka yang
berkekurangan. Agar hal itu terjadi, Aku perlu bantuan dari mereka yang
memintanya……seperti kamu misalnya.

Tolong, Bapa. Aku perlu menyelesaikan doaku. Ini sudah jauh lebih lama
dari biasanya.

Berkatilah para misionarismu agar mereka dapat menolong orang-orang yang
menderita.

Maksudmu orang-orang seperti Dion?

Dion?

Ya, anak yang tinggal di ujung jalan itu.

Dion … tapi dia itu suka merokok dan mabuk-mabukan, dan tidak pernah pergi
ke gereja.

Pernahkah kamu melihat ke dalam hatinya?

Tentu saja tidak. Bagaimana mungkin…

Aku melihatnya. Hatinya adalah salah satu dari hati yang paling pedih dan
menderita.

Baiklah, kiranya Engkau mengutus misionaris-Mu ke sana, ya Tuhan.

Bukankah kamu yang harus menjadi misionaris-Ku, utusan-Ku? Aku rasa Aku
telah menyatakannya dengan amat jelas dalam setiap Misa.

Hei, sebentar. Apa-apaan ini. Apakah ini hari “Pengkritikan- ku”? Aku ini
sedang melakukan kewajibanku, melaksanakan perintah-Mu untuk berdoa. Dan
tiba-tiba saja Engkau menyerobot masuk dan mulai membeberkan semua
kesalahanku.

Ah, kamu memanggil-Ku. Jadi, Aku di sini. Teruskan doamu. Aku tertarik
dengan bagian selanjutnya. Kamu belum mengubah susunan doamu’kan? Ayo…

Aku tidak mau.

Kenapa tidak mau?

Aku tahu apa yang akan Engkau katakan.

Ayo, coba dan lihatlah.

Ampunilah segala dosaku … dan bantulah aku untuk mengampuni sesamaku.

Bagaimana dengan Billy?

Nah, betul’kan. Sudah kuduga. Aku tahu Engkau akan mengungkit-ungkit
masalah itu. Dengar Tuhan , ia berbohong tentang aku sehingga aku
dikucilkan. Semua temanku menyangka bahwa aku ini seorang pembohong besar,
padahal aku tidak melakukan apa-apa. Lihat saja, akan kubalas dia!

Tetapi, doamu? Bagaimana dengan doamu?

Aku tidak bersungguh-sungguh.

Baiklah, setidak-tidaknya kamu berkata jujur. Aku pikir kamu memang senang
membawa dendammu itu kemana-mana, ya’kan?

Tidak, aku tidak suka. Tetapi aku akan segera merasa puas begitu dendamku
itu terbalaskan.

Kamu mau tahu suatu rahasia?

Rahasia apa?

Kamu tidak akan merasa puas, malahan akan semakin parah. Dengarkan Aku,
kamu mengampuni Billy dan Aku akan mengampunimu.

Tapi Tuhan, aku tidak dapat mengampuni Billy.

Kalau begitu, Aku juga tidak dapat mengampunimu.

Sungguh, apa pun yang terjadi?

Sungguh, apa pun yang terjadi.

Ah, kamu belum selesai dengan doamu. Teruskanlah.

Oh, ya …bantulah aku untuk menguasai diriku dan jauhkanlah aku dari
pencobaan.

Bagus, bagus. Aku akan melakukannya. Tetapi kamu sendiri, jauhilah
tempat-tempat di mana kamu dapat dengan mudah dicobai.

Apa maksud-Mu, Tuhan?

Berhentilah berkeliaran di rak-rak majalah dan menghabiskan waktumu di
sana . Sebagian dari yang ditawarkan di sana , cepat atau lambat akan
mempengaruhimu. Tiba-tiba saja kamu akan sudah terjerumus dalam hal-hal
yang mengerikan … dan jika itu terjadi, jangan memperalat-Ku sebagai pintu
keluar darurat.

Pintu keluar darurat? Aku tidak mengerti.

Tentu kamu mengerti. Kamu telah melakukannya berulang kali… kamu
terjerumus dalam situasi gawat, kemudian kamu datang kepada-Ku. “Tuhan,
bantulah aku untuk keluar dari masalah ini dan aku berjanji tidak akan
melakukannya lagi.” Sungguh mengherankan, kekhusukan dan kesungguhan doamu
meningkat drastis apabila kamu ditimpa masalah. Ingatkah kamu sebagian
dari tawar-menawar yang kamu coba lakukan dengan-Ku?

Hmmm, aku tidak….Oh ya,….ketika guruku memergokiku menonton film
tentang….Astaga!

Ingatkah kamu bagaimana kamu berdoa? “Ya Tuhan. Jangan biarkan dia
melaporkannya pada ibuku. Aku berjanji mulai sekarang tidak akan lagi
menonton film tujuh belas tahun ke atas.” Dia tidak melaporkannya kepada
ibumu, tetapi kamu tidak menepati janjimu, ya’kan?

Tuhan, aku melanggar janjiku. Aku sungguh menyesal.

Baik, lanjutkan doamu.

Sebentar, Bapa. Aku ingin bertanya sesuatu kepada-Mu. Apakah Engkau selalu
mendengarkan doa-doaku?

Ya, setiap kata; setiap saat.

Kalau begitu, mengapa Engkau tidak pernah menjawabku sebelumnya?

Berapa banyakkah kesempatan yang kamu berikan pada-Ku? Tidak ada cukup
waktu antara kata “Amin”-mu dan kepalamu menumbuk bantal. Bagaimana Aku
dapat menjawabmu?

Engkau dapat, jika saja Engkau sungguh menghendakinya.

Tidak. Aku dapat hanya jika “kamu” sungguh menghendakinya.

Anak-Ku, Aku selalu rindu untuk berbicara denganmu.

Bapa, maafkan aku. Maukah Engkau mengampuniku?

Sudah kuampuni. Dan terima kasih, sudah mengijinkan Aku menginterupsimu.
Kadang-kadang Aku begitu rindu untuk dapat berbicara denganmu.

Selamat malam. Aku mengasihimu.

Selamat malam, Bapa. Aku mengasihi-Mu juga.

– Unknown

Becoming Esther (Terjemahan)

A wife of noble character who can find?…”                                                                                                                                             

Manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.” 1 Samuel 16:7

“… Dia jauh lebih bernilai dari pada permata. Suaminya memiliki kepercayaan penuh pada dirinya, suaminya tidak akan kekurangan keuntungan. Dia mengusahakan hal yang baik dan bukan yang jahat sepanjang umur hidupnya. Kemolekan adalah bohong dan kecantikan adalah sia-sia, tetapi isteri yang takut akan TUHAN dipuji-puji.”

Amsal 31

Dan ketika tiba giliran tiap-tiap gadis untuk masuk menghadap Raja Ahashweros, setelah selesai perawatannya selama dua belas bulan sesuai peraturan bagi para wanita. Sebab harus dipenuhi seluruh waktu perawatannya: Enam bulan untuk pemakaian minyak mur, dan enam bulan untuk pemakaian minyak parfum serta kosmetik bagi para wanita. Dengan cara inilah seorang gadis masuk menghadap raja..

Ester 2:12-13

Saya selalu terkagum pada semua persiapan yang harus dilalui Ester (sebelum menjadi ratu) sebelum dia bisa datang menghadap Raja Ahashweros. Apakah ada dari kita yang ingin melalui dua belas bulan perawatan kecantikan sebelum pertemuan dengan pria impian kita? Mungkin tidak, tetapi sekali lagi, coba bayangkan kemungkinan itu. Selama 12 bulan (satu tahun) mesti disisihkan/dikarantina untuk satu tujuan tunggalmenjadi semua yang terbaik yang Anda dapat untuk satu orang yang paling Anda cintai. Sangat berharga waktu-waktu untuk menumbuhkan kecantikan yang sejati, untuk berinvestasi dalam pendidikan dan etika, untuk memperkuat kebajikan, dan membangun karakter.

Persiapan Ester mengingatkan saya akan masa-masa  indah mulai dari tumbuhnya hasrat dalam hati seorang wanita muda untuk berbagi hidup dengan pasangannya dan saat dia berjalan menuju altar pernikahan. Bagi banyak orang, masa persiapan ini dipandang tidak lebih dari sekedar waktu menunggu. Wanita single merasa diri mereka sedang berdiri di panggung pajangan sementara kehidupan terus berlalu, atau juga merasa seperti sedang duduk di bangku cadangan sementara yang lain bertanding. Mereka tidak menyadari bahwa mereka membuang-buang waktu yang paling penting dalam hidup mereka. Mereka merampok dari hidup mereka sendiri sebuah sukacita dan penghargaan besar, mereka merampok dari suami masa depan mereka seorang wanita yang bernilai-nilai mulia, dan yang terakhir mereka merampok dari Allah seorang hamba yang dalam dia, seharusnya Allah  hendak mengerjakan hal-hal besar.

Seperti Ester harus dipersiapkan sebelum dia bisa menjadi ratu dalam keseluruhan realita, maka seorang wanita harus siap sebelum ia dapat memulai salah satu panggilan yang paling penting dan sulit dalam hidup – perkawinan dan keibuan. Esther harus mempelajari cara hidup kerajaan di mana dia akan menjadi ratu, dia harus belajar tata cara kehidupan istana, tantangan intelektual, emosional dan spiritual dari posisi tinggi. Sederhananya, Ester harus berubah dari seorang wanita muda menjadi ratu (dalam keseluruhan realita, karakter, sifat dll) sebelum dia bisa memakai gelar itu dan memenuhi perannya. Dengan jalan yang sama, wanita Kristen single harus mempelajari cara Kerajaan Sorga, menghidupi Kerajaan Sorga sebelum dia bersatu dengan salah satu yang Allah persiapkan baginya. Dia harus siap secara intelektual, emosional dan spiritual, bukan oleh petugas pengadilan di beberapa kuil pagan, tetapi oleh Allah sendiri, Firman-Nya, dan oleh wanita saleh lainnya yang telah disiapkan juga sebelum dirinya (pembimbing).

Kelajangan tidak membuang-buang waktu atau duduk di sela-sela, tapi mesti disadari sebagai waktu di mana Allah telah menyisihkan/memisahkan (set aside) seorang wanita, untuk membangunnya menjadi seperti yang Allah rindukan, dan juga untuk membentuk dalam pembentukan yang mungkin tidak akan terjadi setelah pernikahan. Kelajangan adalah waktu di mana seorang wanita menumbuhkan kebajikan yang berhubungan dengan menjadi seorang wanita Allah, sehingga ia dapat menawarkan untuk calon suaminya dan dunia sesuatu yang lebih dari sekedar wajah cantik.

Ingat dengan tulus bahwa Anda bukan satu-satunya yang single, tapi suami masa depanmu juga sedang single dan dia juga sedang melewati tahap yang sama seperti Anda. Apakah tidak mengerikan jika akhirnya pada saat bertemu dengan pria yang menjadi suami Anda, Anda mengetahui bahwa ia telah menghabiskan/mempersembahkan masa-masa lajangnya untuk melayani Allah dan mempersiapkan diri untuk menjadi suami yang terbaik untuk Anda. Sementara Anda sendiri tidak menggunakan masa-masa single Anda untuk melayani Tuhan, juga Anda tidak mengambil keuntungan dari pembentukan yang ditawarkan Tuhan bagi Anda? Apakah tidak juga menjadi hal yang mengerikan ketika menyadari bahwa suami Anda menghabiskan hari-harinya sebagai seorang pria single yang berdoa setiap hari untuk kebutuhan Anda dan pekerjaan Allah dalam hidup Anda, sementara Anda tidak berdoa untuk dia, atau tidak menanggapi kasih karunia Allah yang diberikan kepada Anda sebagai hasil dari doa-doanya?

Adalah hal yang indah ketika Allah memberkati wanita dengan teman hidup / suami. Seseorang yang spesial yang hanya cocok untuk wanita itu dan juga bahwa seseorang yang spesial ini dengan hati-hati dipikirkan dan dirancang oleh Allah untuk bersatu dengan sang wanita. Adalah suatu sukacita bagi seorang wanita ketika melihat ke belakang dan mengingat bagaimana Allah memampukannya untuk menanti dan bahwa Ia setia untuk memberkati. Adalah merupakan sukacita yang lebih besar baginya juga untuk melihat bahwa waktu-waktunya sebagai seorang wanita single, dia gunakan untuk mencari Allah dan setia kepada-Nya dan tujuan-Nya. Bahwa dia tidak mau melarikan diri dari pembentukan itu, tapi yang diinginkan hanya untuk percaya pada Allah dan menunggu kedaulatan anugerah-Nya.

Bukanlah sebuah tragedi menjadi seorang wanita Kristen single, tetapi dunia sekali lagi telah menyusup dengan ide palsu bahwa adalah sebuah tragedi menjadi jomblo. Salah satu kebohongan terbesar adalah jika Anda tidak memiliki seorang pacar atau tidak aktif mencari, ada sesuatu yang salah dengan Anda. Kebohongan lain adalah bahwa wanita single harus kencan dengan sebanyak mungkin laki-laki dan nanti dilihat mana yang cocok. Seolah-olah mencari suami adalah sama seperti berbelanja di mal. Masih ada kebohongan lain yang lebih kuat yaitu jika Anda sudah tidak cocok dengan pacar anda, tinggalkan dia dan cari yang lain. Begitulah terus sampai dapat yang paling cocok. Dengan begitu dia mungkin lebih berpengalaman dan tahu apa yang harus dilakukan ketika akhirnya menemukan pria pilihannya. Hari-hari ini pengalaman orang2 dunia mengajarkan demikian.

Saudara-saudara yang terkasih, adalah sebuah kebohongan dan penghinaan kepada Tuhan untuk mengatakan pengalaman itu adalah guru terbaik, padahal sebenarnya Allahlah guru yang terbaik. Dan meskipun moto dunia adalah hidupi dan belajar, saran Alkitab adalah belajar dan hidupi. Anda tidak perlu berpengalaman, Anda hanya perlu mengetahui apa yang Allah telah katakan dalam Firman-Nya dan mentaatinya. Anda tidak harus mencari orang pilihan Anda, tetapi harus menunggu orang pilihan Tuhan. Dan ketika Anda bertemu dengan pria pilihan Allah itu, bukan pengalaman masa lalu yang akan membuat pertemanan hidup / pernikahan berjalan dengan baik, tapi kesucian masa lalu, kemurnian, dan kesalehan. Kita harus menyembunyikan wajah kita dari cara dan pengalaman dunia yang fasik dan memandang hanya kepada hal-hal yang telah direncanakan Allah  di jalan yang telah Dia siapkan untuk kita.

Tuhan tahu persis apa yang Anda butuhkan dan Dia bahkan tahu keinginan hati Anda lebih baik daripada Anda sendiri. Allah menyukai kejutan / surprise. Dia tidak ingin Anda mencari suami Anda, Dia ingin membawakannya untuk Anda, dan bahkan mungkin pada saat Anda belum mengharapkannya. Dia ingin memberikan Anda surprise saat Dia membawakan pasangan yg terbaik bagimu. Hanya karena Dia mengasihi Anda, putri kesayangan-Nya. Seperti seorang ayah mempersiapkan kado yang manis kepada putri kecilnya yg berulang tahun. :) Jika Anda tidak mendengarkan nasihat ini, sama seperti banyak wanita lain sebelum Anda, dan mencari sendiri pasangan Anda, Anda mungkin menemukan seseorang, tetapi sangat mungkin bahwa seseorang yang Anda temukan bukan orang yang tepat. Anda terlalu berharga untuk kecewa dan terluka. :)

Sebagai wanita, memang naturnya adalah hasrat untuk didampingi dan juga didampingi seorang pria. Ini adalah dari Allah dan ini baik seharusnya. Tetapi pada saat yang sama, kita salah berpikir bahwa lebih baik mati jika kebutuhan ini tidak dipenuhi. Membutuhkan orang lain sebagai pendamping tidak seperti pentingnya menarik nafas. Artinya, Anda dapat bertahan hidup tanpa ada yang mendampingi, setidaknya sampai Tuhan selesai mempersiapkanmu dengan sempurna. Ingatlah Firman Tuhan yang berkata: ” Allah adalah setia, Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui apa yang dapat Anda tanggung. ” (I Korintus 10:13)

Saya telah menemukan bahwa ada dua alasan utama mengapa seseorang sangat membutuhkan orang lain (baca : pacar ). Pertama-tama, itu karena mereka tidak mengenal Allah sebagaimana seharusnya. Bukankah Allah adalah Allah segala penghiburan? Bukankah Kristus Tuhan adalah  yang memenuhi semua dan di dalam segala sesuatu? Lalu mengapa kita mengeluh tentang betapa kosong dan sendiriannya kita? Mungkinkah bahwa Allah memperpanjang waktu single kita  agar kita bisa menemukan kehidupan kita di dalam Dia dan belajar menjadi lengkap di dalam Dia? Jika kita berpacaran / menikah karena kita merasa bahwa pacar / suami akan mengisi hidup kita atau membuat hidup kita lengkap, Anda akan sangat kecewa dalam pernikahan Anda kelak. Tidak ada seorangpun (tidak peduli bagaimana baiknya orang itu) yang bisa menggantikan tempat Allah dalam hidup kita. Jika Anda berpikir berbeda, itu adalah penyembahan berhala murni. Jika kita tidak diisi oleh Allah sekarang dan lengkap di dalam Kristus di masa sekarang, maka bahkan perkawinan yang dibuat di surga pun tidak akan dapat mengubah kekosongan kita.

Alasan kedua mengapa seseorang sangat membutuhkan orang lain (baca : pacar ) adalah keegoisan polos. Ketika kita membutuhkan seseorang supaya kita merasa dicintai, atau ketika kita membutuhkan seseorang sehingga perasaan kesepian mungkin menghilang, maka kita menginginkan pertemanan hidup / pernikahan untuk semua alasan yang salah. Pertemanan hidup / Pernikahan tidak harus dipandang sebagai kesempatan untuk memenuhi kebutuhan kita, tetapi sebagai kesempatan untuk memenuhi kebutuhan pasangan kita. Jika kita tidak belajar untuk mempercayakan kebutuhan kita sendiri kepada Allah, maka kita mungkin akan membanjiri suami kita dengan kebutuhan kita sendiri dan kita tidak menyadari kebutuhan dia. Saya telah mengenal wanita Kristen yang menghabiskan hari-hari mereka digerogoti oleh kebutuhan mereka sendiri (naik turun dalam perasaan, kesepian, melankolis, dll ) dan terus-menerus meratapi mengapa Allah tidak membawa seseorang yang care ke dalam kehidupan mereka. Pertanyaannya akan menjadi seperti ini: “tapi mengapa Tuhan akan mempercayakan seorang pria yang saleh kepada seorang wanita yang diserap dalam dirinya dan kebutuhannya sendiri, dan tidak menggunakan kebebasan dalam masa single untuk melayani Allah dan mempersiapkan diri untuk tujuan-Nya? Wanita seperti ini tidak akan mendapatkan seorang teman hidup / suami yang saleh! Justru dia akan dibawa oleh keinginannya itu kepada pria (atau banyak pria ) yang salah, terus merasa tidak terpuasakan dan akhrinya terluka.

Sahabatku, menjadi single, sama seperti menikah harus dianggap sebagai waktu yang sangat spesial dan menyenangkan dalam pemeliharaan Allah. Ini tidak harus dianggap sebagai keadaan celaka atau kutukan di mana semua orang berusaha mati-matian untuk melarikan diri. Menjadi single adalah waktu untuk belajar tentang Allah dan diri kita sendiri, waktu untuk menemukan siapa kita di dalam Kristus, dan bertumbuh dalam Kristus. Ini adalah waktu untuk menjadi bersemangat dalam melakukan pekerjaan baik dan terlibat dalam pelayanan kepada orang lain. Masa-masa single memiliki keajaibannya tersendiri yang harus dinikmati dalam waktu-waktu itu karena sekali berlalu tidak mungkin kembali lagi. Tidak ada yang begitu menyedihkan selain kesedihan seorang wanita menikah yang sekarang menyesali apa yang telah dan harusnya bisa dia dilakukan dengan hidupnya di masa single. Semuanya hilang demi bergegas untuk pertemanan hidup / menikah tanpa pertimbangan akan rencana atau pekerjaan Allah.

Setiap musim dalam kehidupan memiliki keindahan dan keajaiban sendiri. Doa saya untuk semua teman-teman dan adik-adik yang single adalah supaya mereka menikmati waktu single mereka walaupun banyak kebohongan – kebohongan dunia ini mencoba mengalihkan hatimu. Supaya Anda merindukan dan tidak mau dipuaskan dengan apa pun yang kurang dari rencana Allah yang sempurna. Supaya Anda menanti dengan sabar di dalam Tuhan yang adalah pemberi setiap pemberian yang baik dan sempurna. Supaya Anda seperti Ester, memanfaatkan setiap waktu yang Tuhan anugerahkan untuk menjadikan mereka indah dan cantik di dalam dan di luar. :)

Avoid the escape/quitting mentality

Mazmur 144:1 Terpujilah TUHAN, gunung batuku, yang mengajar tanganku untuk bertempur, dan jari-jariku untuk berperang….

Ada saat-saat dalam kehidupan kita di mana kita sebenarnya hanya butuh terobosan dari Tuhan. Mungkin dalam pergumulan pekerjaan, bisnis, keuangan, studi, tugas akhir, keluarga, kesehatan, pelayanan, pemuridan, dan lain sebagainya. Seringkali anda mengalami kebuntuan yang mengerikan, di depan pandangan anda hanya ada kabut yang menghalangi. Pertolongan dari manusia tidak dapat diandalkan lagi, segala cara sudah dilakukan. Sampai akhirnya anda tidak tahan, intimidasi mulai merayap di pikiranmu. Bayang-bayang kekalahan, kemerosotan dan kemunafikan muncul menjadi algojo.

Anda mulai menyendiri dan menjauh dari persekutuan. Dan stigma2 yang aneh2 mulai bermunculan dalam pikiran kita menutupi kebenaran yg dulu menyukakan kita. Ketika musuh / ujian yang sebenarnya datang, seringkali kita tidak siap. Di masa2 seperti itu, kepercayaan kita pada Tuhan sepertinya tiba-tiba lenyap, ada kekhawatiran dan perasaan inferior.

Di masa-masa seperti ini kita hanya perlu mendengar dari Tuhan secara langsung daripada mempercayai pikiranmu.

Dan 9:21-22  Yea, whiles I was speaking in prayer, even the man Gabriel, whom I had seen in the vision at the beginning, being caused to fly swiftly, touched me about the time of the evening oblation. And he informed me, and talked with me, and said, O Daniel, I am now come forth to give thee skill and understanding.

Daniel mencari Tuhan untuk memahami mengapa bangsa itu dibuang ke Babel selama 70 tahun. Dia mulai berpuasa dan berdoa. Pada akhirnya seorang malaikat Tuhan menampakkan diri kepadanya dan memberi Daniel hikmat.

Yeremia berkata, “Kamu akan mencari Aku dan menemukan Aku apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati” (Yer 29:13). Masalah dengan kebanyakan dari kita adalah kita tidak mau untuk mencari Tuhan untuk jawabannya. Mencari Tuhan membutuhkan fokus yang disengaja yang mungkin membutuhkan doa dan puasa.

Yang kedua, perhatikan ini ! Karena ini penting.

Mat 7:24-27  “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu. Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh, yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga rubuhlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya.

Hanya Firman Allah yang tetap dan tidak berubah untuk selama-lamanya. Karena itu seseorang yang hidup secara stabil akan MELETAKKAN HIDUPNYA DENGAN DASAR FIRMAN ALLAH . Itulah kenapa kita penting untuk membaca dan MELAKUKAN Firman Tuhan (Alkitab) . Tidak heran kalau kita goncang kalau kita tidak memiliki FIRMAN Tuhan. Iman hanya timbul melalui pendengaran kepada firman Kristus (Roma 10:17)

Hidup yang stabil tidak berdasarkan perasaan , berkat , kasih akan manusia , pergaulan dan segala sesuatu yang bisa terlihat oleh mata jasmani . Tetapi berdasarkan IMAN akan Firman Allah.

Ketika kita diberkati, kita bersukacita, kita berapi-api, kita jingkrak-jingkrak di persekutuan. Tetapi ketika pencobaan datang, keadaan tidak seperti yang saudara harapkan, jawaban-jawaban doa tidak datang anda mulai kehilangan sukacita, mundur didalam panggilan anda dan kehilangan kasih dan gairah anda terhadap Tuhan. Ini bukanlah hidup yang stabil. Karena saudara lebih percaya apa yang saudara rasakan dan lihat daripada apa yang Tuhan katakan.

Ketika kita merasa segar kita datang ke Gereja . Tetapi ketika suntuk kita mungkin memilih pergi jalan-jalan. Ini juga bukanlah hidup yang stabil.

Yang tidak kelihatan itu kekal.

Ibrani 11:27  Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja. Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan. Sudah waktunya orang Kristen mulai mempunyai iman terhadap apa yang tidak kelihatan dan yang kekal yaitu Firman Allah . Saat yang terlihat adalah penyakit , masalah studi, masalah lainnya dan kekurangan-kekurangan, kita tetap percaya bahwa Allah sanggup untuk menepati FirmanNya. Kita tidak meninggalkan visi Tuhan selama masa-masa sukar, namun kita hadapi bersama-sama dengan Roh Allah di dalam kita. We are more than a conqueror.

Apakah Anda perlu terobosan?

It is time for you to establish yourself in God, in His Words..